Minggu, 22 November 2009
Bersukacita dan Bersyukur

Ayat Bacaan: 1 Tesalonika 5:16-18
“Bersukacitalah senantiasa.” (1 Tesalonika 5:16)

Perjalanan hidup tidak selalu lancar dan mulus seperti jalan di jalan tol. Kadang Tuhan membawa kita ke padang berumput hijau, tapi ada kalanya Ia mengijinkan kita melewati lembah bayang-bayang maut, krisis, tekanan, sakit penyakit, dsb. Tapi hendaknya kita mengetahui bahwa bagi orang yang sudah ditebus oleh Kristus, dia ada di dalam penyertaan Tuhan secara penuh. Semua proses hidup yang terjadi mempunyai tujuan akhir, untuk kebaikan (Rm. 8:28).

Kalau kita tidak sedang hidup dalam berkat, maka ada 2 kemungkinan: (1) kita tidak/belum memenuhi syarat untuk itu, karena kita sedang berada jauh dari Tuhan; (2) Tuhan sedang melatih, membentuk, menguji kita untuk suatu rencana yang lebih besar. Kita ditempa melalui berbagai kesulitan, supaya kita siap menerima berkat tersebut. Di dalam Alkitab, ada banyak contoh anak-anak Tuhan yang mengalami kesulitan besar, tapi kemudian mendatangkan berkat yang besar pula.

Sementara proses kehidupan berjalan, tidak ada cara lain untuk kita bisa menjalaninya dengan sukacita, kecuali memastikan bahwa diri kita ada dekat dengan Tuhan. Hanya ketika hati kita dekat dengan Dia, kita akan mendapatkan kekuatan bahkan keyakinan bahwa Tuhan menyertai kita, setiap saat. Dan di akhir proses berat yang kita jalani, kita keluar sebagai pemenang. Penyertaan kasih setia Tuhan memang bisa dialami bahkan saat kita jauh dari Tuhan, tapi keyakinan penyertaan hanya akan dirasakan oleh mereka yang dekat dengan-Nya. Kita bersyukur bahwa di dalam hidup kita yang fana dan rapuh ini, Tuhan senantiasa beserta kita. Dan bila kita setia kepada Dia, sorga kekal akan menjadi milik kita suatu hari kelak.

Allah El-Shaddai memelihara hidup kita senantiasa. Dia sanggup memberikan kita kekuatan untuk menghadapi tantangan dan kesulitan, Dia bahkan sanggup memulihkan keadaan kita, memberkati kita dengan berkat yang tak terukur, tak terduga. Jalanilah hidup dengan iman bahwa kebaikan dan kemurahan belaka akan menyertai kita seumur hidup kita (Mzm.23:6), maka sukacita akan muncul, dan hati kita akan dipenuhi dengan syukur.

STUDI PRIBADI: Tiap orang Kristen seharusnya tidak kehilangan sukacita, jika ia mengerti penyertaan Tuhan; benarkah demikian? Apa alasan Anda?

DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi setiap anak Tuhan yang sedang menghadapi persoalan agar mereka tetap percaya kepada pemeliharaan Tuhan, sehingga mereka tidak kehilangan sukacita dalam hati dan hidupnya.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami