Ayat Bacaan: Kejadian 3:1-7 (lanjutan)
“Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah...” (Kejadian 3:4-5a)
Untuk mengetahui “sepak terjang” gerakan zaman baru tidak mudah, sebab gerakan ini tidaklah berupa institusi atau organisasi dengan seorang pemimpin di dalamnya. Apalagi, gerakan ini juga telah menyusup ke segala bidang dan aspek kehidupan manusia. Jika demikian, dari manakah kita dapat mengetahui pengaruh gerakan zaman baru ini?
Sekali lagi, gerakan ini sebenarnya memiliki muara kepercayaan yang besar, yakni, “Segala sesuatu adalah Allah dan segala sesuatu adalah satu (monisme).” Maka tidak heran, gerakan ini dapat menyatu dengan segala bidang kehidupan, termasuk teknologi modern. Coba kita bayangkan, bila kepercayaan ini dibungkus dengan “teknologi modern” maka kita sulit untuk menentukan, apakah ini kepercayaan Timur atau murni merupakan ilmu pengetahuan!?
Misalnya, gerakan potensial diri atau yang disebut positive thinking. Ketika kita mendengar gerakan ini, pasti kita akan berpikir, apa salahnya? Bukankah kita harus berpikir positif dan menggali potensi diri kita? Usaha menggali potensi diri dan berpikir positif tentu tidaklah salah. Masalahnya adalah, “semangat” yang terkandung di dalamnya, ternyata “menyingkirkan kebergantungan kita pada kehendak Tuhan dan menjadikan kita ‘tuhan’ atas diri kita sendiri.” Jika kita beranggapan, bahwa dengan berpikir positif, kita dapat menarik energi positif dari dunia ini atau sekitar kita, kemudian dapat mendatangkan nilai-nilai positif ke dalam diri kita untuk mencapai keinginan kita, maka ini adalah “semangat gerakan zaman baru!” Alkitab memang mengajarkan kita untuk berpikir positif, namun pikiran tersebut adalah lahir dari iman kita, bukan dari penyatuan energi positif dunia atau lingkungan kita; apalagi kemudian hal itu menjadi penentu keberhasilan kita, dan bukan Tuhan.
Sebagai umat Tuhan, kita harus lebih peka, bahwa tidak semua yang kelihatannya baik dan membantu adalah sesuai kehendak Allah; sebab Iblis pun “membantu” Hawa untuk memuaskan rasa keingintahuannya tentang buah yang dilarang Tuhan untuk dimakan (Kej. 3:4-5a).
STUDI PRIBADI: Apakah sebenarnya yang disebut dengan gerakan zaman baru tersebut? Bagaimana kita mengenali pengaruh gerakan ini dalam sebuah bidang?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah kepada Tuhan dan memohon hikmat-Nya, supaya tiap kita dapat membedakan manakah ajaran yang sehat dan yang tidak sehat, sehingga kita tidak terjebak pada permainan Iblis.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index