Ayat Bacaan: Kejadian 3:1-7
“Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah...” (Kejadian 3:4-5a)
Pada masa kini, pergumulan hidup tidaklah mudah. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang diberi-Nya kemampuan rasional, manusia pasti berusaha menyelesaikan persoalannya. Tetapi sayang, jalan keluar yang ditempuh seringkali jauh dari kehendak Tuhan.
Setelah memasuki abad pencerahan, revolusi industri dan kemajuan teknologi abad modern ini, manusia menganggap bahwa ilmu pengetahuan dan naturalisme merupakan jalan menuju kemakmuran dan kesejahteraan hidup. Apa dampaknya? Ternyata manusia menyingkirkan Allah dan menjadikan diri sebagai “Allah.” Rasionalisme dan pendewaan teknologi menjadi alat penentu kebenaran bagi manusia, termasuk menilai kebenaran Tuhan. Itulah sebabnya, ateisme menjamur pada abad modern ini.
Tetapi, memasuki abad ke-21, kejenuhan terhadap naturalisme mulai dirasakan. Teknologi tak dapat menjawab semua persoalan hidup manusia, termasuk kebutuhan batinnya. Maka, hadirlah kepercayaan atau agama-agama Timur ke dunia Barat untuk memberikan solusi pada kebuntuan tersebut. Hasilnya, luar biasa! Pada sekitar tahun 1960-an, gerakan baru yang disebut “American Movement” muncul di Amerika, yang sebenarnya adalah “gerakan zaman baru” (New Age Movement).
Sekali lagi, permainan Iblis untuk menjatuhkan dan menjauhkan manusia dari Allah, selalu memakai atribut, “engkau dapat menjadi Allah; engkau dapat mengatur dan menentukan jalan hidupmu!” Munculnya gerakan zaman baru ternyata tetap memberikan “semangat” kepada fondasi naturalisme Barat yang menganggungkan manusia dengan rasionalisme atau teknologinya; namun di sisi lain, gerakan ini semakin “menyingkirkan Allah yang hidup dan benar” dan menjadikan manusia “tuhan” atas dirinya. Perjumpaan dan perkawinan kepercayaan Timur dengan naturalisme Barat inilah yang disebut dengan istilah “New Age Movement” (gerakan zaman baru). Karena itu, sebagai umat Tuhan, kita harus peka terhadap “permainan Iblis” yang membawa kita jauh dari kehendak Tuhan dan mau menjadi kita “tuhan” atas diri sendiri.
STUDI PRIBADI: Tipu muslihat apa yang Iblis seringkali pakai untuk menjatuhkan dan menjauhkan manusia dari Tuhan? Bagaimana seharusnya manusia memandang dirinya?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi jemaat agar memiliki kerinduan untuk belajar firman Tuhan, sehingga tiap kita memiliki kepekaan terhadap segala tipu muslihat Iblis yang berusaha membangun kesombongan manusia sama seperti Allah.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index