Ayat Bacaan: 2 Tawarikh 34:11-33 (lanjutan)
“Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan hidup seperti Daud, bapa leluhurnya, dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri.” (2 Tawarikh 34:2)
Selain membersihkan lingkungan dari penyembahan berhala, Yosia juga mengadakan beberapa pembaharuan lain, seperti: Pertama, perbaikan Rumah Tuhan. Setelah penyembahan berhala dihapuskan di wilayahnya, Yosia sadar bahwa rakyat membutuhkan arah dalam beribadah, maka Yosia merenovasi rumah Tuhan secara besar-besaran. Tujuannya agar rakyat kembali beribadah kepada Allah yang benar dengan memperbaiki citra rumah Tuhan. Untuk hal ini, Yosia membentuk panitia renovasi rumah Tuhan dan mengumpulkan dana guna perbaikan. Yosia berusaha sungguh-sungguh agar rumah Tuhan kembali pada fungsi yang sebenarnya sebagai tempat orang beribadah atau menyembah Tuhan dan membawa orang-orang pada penyembahan yang benar. Kita tahu bahwa seorang pemimpin yang rohani adalah orang yang mencintai Tuhan dan rumah-Nya. Bagaimana dengan kita?
Kedua, memperbarui perjanjian (komitmen) dengan Tuhan. Ketika melakukan renovasi rumah Tuhan, Imam Hilkia menemukan kitab Taurat di antara reruntuhan. Reaksi Raja Yosia ketika kitab Taurat itu dibacakan, dia langsung mengoyakkan pakaiannya. Ini menunjukkan, bahwa dia sangat menghormati Firman Tuhan dan mengaminkannya, serta merefleksikan Firman tersebut dalam hidupnya secara pribadi. Dalam ayat 31 dijelaskan, Yosia di hadapan semua rakyat membuat perjanjian dengan Tuhan untuk tetap taat dan setia seumur hidup pada Tuhan. Perjanjian ini dinyatakannya tanpa paksaan atau tekanan siapapun, melainkan sebagai refleksi setelah ia mengerti Firman Tuhan. Seorang pemimpin yang rohani adalah seorang yang merefleksikan Firman Tuhan dalam hidupnya dan berjanji untuk tetap taat dan setia pada Tuhan seumur hidup, sehingga hal ini berdampak pada orang yang dipimpinnya. Dampak pembaharuan rohani yang dilakukan Yosia sebagai pemimpin, membuat rakyat mengalami kebangunan rohani; hingga pada akhirnya, Paskah dapat dirayakan kembali setelah diabaikan kurang lebih 200 tahun (bnd. 2 Taw. 35:18). Marilah kita menjadi pemimpin rohani yang berdampak positif bagi pelayanan kita!
STUDI PRIBADI: Jika seorang pemimpin telah mengalami pembaruan hidup rohaninya, apa dampak yang dihasilkannya? Apa saja yang harus dilakukan seorang pemimpin rohani?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi kesetiaan dan ketaatan para pemimpin gereja kita terhadap Tuhan dan firman-Nya, sehingga perilaku dan perkataan mereka sungguh-sungguh dapat menjadi teladan yang indah bagi jemaat.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index