Selasa, 17 November 2009
Allah Adalah Allah

Ayat Bacaan: Keluaran 3:14
“Firman Allah kepada Musa: ‘AKU ADALAH AKU.’ Lagi firman-Nya: ‘Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.’” (Keluaran 3:14)

Professor JG. Vos menuliskan: “Ada begitu banyak orang yang hanya memiliki cinta yang palsu dan sentimentil kepada Yesus, menganggap-Nya sebagai Guru yang agung, pemimpin besar, teladan bagi kemanusiaan, dan semacamnya. Orang-orang seperti ini bukan sungguh-sungguh orang Kristen, dan doa-doa mereka juga bukan doa-doa orang Kristen, sekalipun mereka menyebut diri mereka pengikut Kristus.” Banyak orang menganggap Yesus sebagai semacam aspek dari gaya hidup orang Amerika. Yesus ada di sana untuk menolong ketika kita membutuhkan Dia.

Secara tidak sadar, kita lebih banyak menjadikan Tuhan sebagai peran pengganti dan juga “pembantu” dalam kehidupan kita. Contoh praktisnya: waktu kita mau tidur malam, kita menjadikan Tuhan sebagai satpam melalui doa yang kita panjatkan, “Tuhan tolong jaga kami ketika kami beristirahat.” Waktu kita menerima berkat, “Terima kasih Tuhan atas berkat yang Kau sediakan.” Waktu ada masalah dalam hidup kita, “Tuhan tolong selesaikan masalahku.” Kita menjadikan Tuhan seolah-olah Superman, atau predikat-predikat yang lainnya. Memang tidak salah jika kita meminta Allah untuk menolong kita, namun janganlah kita menempatkan Allah sebagai pribadi yang dapat kita perintah semau kita. Sebaliknya, orang Kristen yang telah mengalami penebusan dari-Nya, harus menempatkan-Nya sebagai “Allah atas hidup mereka.” Artinya, kita harus bersikap benar kepada-Nya. Karena itu, pengenalan akan Allah yang benar sangat penting, sebab pengenalan yang sangat dangkal akan diri-Nya, membuat kita mengenal Allah hanya sebatas Penolong dalam kehidupan kita; tanpa dapat mengenal pribadi dan keajaiban belas kasih-Nya.

Orang Kristen sejati memiliki kerinduan untuk mengenal Allah secara pribadi, dan bukan hanya mengagumi-Nya. Bagaimana kita bisa mengenal Allah secara pribadi? Yakni, melalui firman Tuhan dan karya Roh Kudus, yang membimbing kita untuk mengenal-Nya sebagai Tuhan atas hidup kita. “Let God be God, let men be men.” Selama ini, bagaimanakah sikap diri kita kepada-Nya?

STUDI PRIBADI: Siapakah Allah bagi diri kita? Bagaimana pengenalan kita kepada Allah? Kenalkah kita secara mendalam akan Allah yang kita muliakan?

DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi setiap orang Kristen saat ini agar setiap kita dapat mengenal Allah, Penyelamat hidup manusia, secara mendalam dalam kehidupan kita, sehingga kita dapat menempatkan-Nya dengan benar dalam hidup kita.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami