Sabtu, 14 November 2009
Tetap Bersuka Dalam Kefanaan

Ayat Bacaan: 2 Korintus 3:1-7
“Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.” (2 Korintus 4:16)

Kita tidak dapat memungkiri, bahwa kenyataan hidup dalam dunia ini selalu ada saja masalah yang terjadi; baik itu masalah keluarga, ekonomi, bahkan juga kesehatan. Semua masalah tersebut dapat membuat kita frustasi, apalagi segala usaha kita untuk menyelesaikannya tidak berhasil. Coba bayangkan, andaikata kita telah sakit menahun dan tidak ada satu obatpun yang dapat menolongnya, apa yang kita pikirkan dan tempuh untuk menyelesaikannya?

Bagi sebagian orang, bahkan kebanyakan orang, jalan terbaik yang ditempuhnya adalah “putus asa,” dengan mencoba mengakhiri hidupnya, atau mungkin mempersalahkan Tuhan. Tapi, bagaimana dengan kita, umat Tuhan? Apakah kita juga akan berputus asa dan mempersalahkan Tuhan? Memang tidak mudah menghadapi kenyataan hidup yang menyedihkan/menyusahkan, apalagi hal itu berkaitan dengan fisik kita yang lemah. Mau makan, harus disuapi orang; mau melakukan apapun, harus ditolong orang; sehingga kita merasa hidup ini tidak ada artinya. Jika kita sedang dalam kondisi seperti ini, “STOP” berputus asa; jangan menganggap diri tidak berarti!

Sebagai umat Tuhan, kita harus mengerti bahwa di dunia ini kita hidup di dalam kefanaan, tetapi kita juga hidup dalam kehidupan kekal di dalam Kristus. Sebagai rasul, Paulus juga menghadapi hal yang serupa, bahwa ternyata fisiknya semakin hari semakin melemah. Apakah hal ini kemudian melemahkan nilai dan arti hidupnya? Tidak. Ia justru berkata, “Meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari” (ay. 16). Pernyataan ini tentu saja bukan bahasa klise atau usaha menghibur diri yang semu. Ini adalah pernyataan iman, bahwa sungguh di dalam Kristus dan kuasa kebangkitan-Nya, kita memiliki jaminan hidup kekal (2Kor. 4:7-15). Karena itu, sekalipun dalam kefanaan hidup dan ditimpa berbagai masalah/ancaman, Paulus tetap mau bersukacita dalam pelayanan. Tentu saja, kekuatan ini bukan berasal dari dirinya, tetapi dari Kristus semata.

STUDI PRIBADI: Apa penyebab orang percaya putus harapan ketika menghadapi kefanaan hidup? Bagaimana seharusnya sikap dan pandangan kita melihat kefanaan di dunia ini?

DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi setiap jemaat yang sedang menghadapi pergumulan karena sakit-penyakit yang ada dalam tubuhnya, agar mereka tidak putus harapan karena kondisinya, melainkan tetap berserah dan bersandar pada Tuhan.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami