Kamis, 12 November 2009
Mempertahankan Iman

Ayat Bacaan: Yohanes 21:15-17
“Jawab Yesus kepadanya: ‘Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.’” (Matius 22:37)

Hidup orang Kristen diawali dengan pembangunan rohani yang biasa disebut dengan “lahir kembali” (Yoh. 3:2-10); disebut juga “manusia baru” (Ef. 4:22-24), “ciptaan baru” (2Kor 5:17) dan “hidup baru” (Rm. 6:4). Hidup baru ini menuntut suatu perubahan hidup (Rm. 12:2), dalam proses pembaharuan yang perlu dilakukan terus-menerus (Kol. 3:10); dari paradigma duniawi kepada standar Yesus Kristus yang diajarkan firman Tuhan (1Yoh. 2:6). Hidupku milik Kristus (2Kor. 5:15, Gal. 1:19-20, 2:20; 1Kor. 6:20, 7:23; 1Ptr. 1:18, Rm. 1:6).

Namun demikian, di dalam kehidupan kita, kita cenderung melupakan Tuhan. Jika kita mengasihi Tuhan, itu karena Ia masih berfungsi bagi kita. Sebenarnya, kita lebih mengasihi pekerjaan, materi, keluarga dan masih banyak yang lainnya, sehingga kita lupa Tuhan. Kita lupa akan karya-Nya yang telah menebus kita dengan darah yang mahal.

Rasul Petrus pernah melupakan Tuhan dan kembali pada pekerjaannya sebagai nelayan. Namun Tuhan mengasihi Petrus. Dalam Yohanes 21, Ia memulihkan Petrus untuk menunjukkan kasih-Nya yang mula-mula. Tiga pertanyaan yang diajukan padanya membuktikan bahwa Yesus memberikan kesempatan kepada Petrus untuk mengasihinya dengan segenap hati. Kita tahu, pada akhirnya, Petrus dipakai Tuhan secara luar biasa, menjadi seorang pengkhotbah yang berani menghadapi orang banyak (Kis. 2:14-40), sebelumnya, ia takut menghadapi orang dan juga menyangkal Tuhan. Petrus melakukan mujizat karena Tuhan menyertainya (Kis. 3:1-10).

Demikian pula, Tuhan memberikan kesempatan kepada kita saat ini untuk memiliki kasih yang mula-mula. Mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, dan segenap akal budi (Mat. 22:37). Mungkin kita tidak mampu mengasihi Tuhan Yesus seperti Ia telah mengorbankan nyawa-Nya menebus dosa kita. Namun, Tuhan akan memampukan kita mengasihi Dia secara totalitas. Apabila kita mengasihi Tuhan, Tuhan akan memakai kita secara luar biasa seperti Petrus, orang biasa yang dipakai-Nya secara luar biasa dalam pelayanan.

STUDI PRIBADI: Bagaimana kasih Allah kepada kita? Cobalah menghitungnya! Apakah kita juga telah mengasihi Tuhan dengan segenap totalitas hidup kita?

DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi anak-anak Tuhan agar setiap kita memiliki kasih yang sejati, sehingga setiap kita dapat mengasihi Tuhan dengan segenap hati, melebihi apapun yang ditawarkan oleh dunia ini.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami