Ayat Bacaan: Ulangan 8:11-20
“Hati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, Allahmu, dengan tidak berpegang pada perintah,
peraturan dan ketetapan-Nya.” (Ulangan 8:11)
Manusia tidak dapat lepas dari keterbiasaan, akibatnya, ada kalanya kita kurang atau bahkan tidak lagi menghayati dan menghargai kebaikan Tuhan sebagaimana mestinya. Misalnya, saat awal kita diberkati, kita merasa senang dan bersyukur, tapi lama-kelamaan menjadi biasa. Seolah-olah, kalau Allah berbuat baik dan memberkati hidup kita, itu adalah hal yang memang sudah seharusnya terjadi.
Sedangkan di sisi lain, kita sering diberkati melalui sesuatu yang kita sendiri ikut terlibat mengerjakannya. Ketika kita berhasil, kita menganggap itu adalah karena kerajinan, keuletan, dan kepandaian kita sendiri. Atau kita berpikir bahwa karena kita telah cukup baik, maka Tuhan memberkati kita. Artinya, kita merasa ikut berjasa atas keberhasilan kita, meskipun kita akui bahwa unsur berkat itu penting. Kedua, hal ini bisa membuat orang Kristen, yang hidup dalam berkat Tuhan, tidak menyadari bahwa berkat tersebut adalah karena kebaikan Tuhan.
Bangsa Israel dibebaskan dari perbudakan Mesir, semata-mata karena kemurahan dan kebaikan TUHAN. TUHAN bahkan memberikan negeri yang permai kepada mereka, tapi mereka tolak karena ketidakpercayaan mereka. Mereka memilih padang belantara! Setelah 40 tahun, Allah sekali lagi membawa mereka memasuki tanah perjanjian, olah karena kasih setia-Nya. Sebelum mereka memasukinya, Musa sekali lagi memperingatkan mereka agar mereka tidak lupa diri. Berkat dan kebaikan TUHAN tersedia bagi mereka di depan. Kalau mereka telah menerima anugerah besar itu, maka mereka harus mengingat kebaikan TUHAN ini dan tidak boleh pernah melupakannya. Ketika kita melupakan kebaikan TUHAN, berarti kita sudah kehilangan fokus; TUHAN sudah tergantikan oleh sesuatu yang lainnya, mungkin diri kita sendiri. Relasi kita dengan TUHAN adalah seperti layang-layang. Kita adalah kertas bergambar dan TUHAN adalah benangnya. Saat kita terbang, orang melihat dan mengagumi kertas bergambar, tapi ingatlah bahwa benang yang tidak kelihatan itulah yang membuat layang-layang itu terbang. Jadi, jangan pernah melupakan kebaikan Tuhan!
STUDI PRIBADI: Apa penyebab kita sering melupakan kebaikan Tuhan? Apa hubungan antara “apa yang kita kerjakan” dengan “apa yang Tuhan kerjakan dalam kita”?
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah kepada Tuhan dan mintalah kemurahan dari-Nya agar kita selalu menyadari bahwa dalam segala keberhasilan atau kegagalan hidup kita, ada Tuhan yang selalu menopang dan memberikan pertolongan.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index