Senin, 02 November 2009
Maksud Kedatangan Yesus

Ayat Bacaan: Matius 5:17-20
“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.” (Matius 5:17)

Di tengah-tengah maraknya ajaran yang beredar saat itu, seperti Yudaisme maupun Helenisme, kehadiran Yesus telah memberikan warna yang sangat berbeda. Kehadiran Yesus menimbulkan respons yang bersifat paradoks; ada yang menolak-Nya, seperti para Farisi dan ahli Taurat, ada yang mengamati-Nya seperti orang-orang Yunani, dan ada pula yang menerima-Nya dengan sukacita, seperti para murid-Nya.

Kehadiran Yesus yang sangat berbeda itu bukan sekadar hanya mau berbeda dengan memberi ajaran yang aneh-aneh, melakukan perbuatan yang tidak lazim, atau memamerkan kuasa mujizat tertentu. Sebaliknya, kehadiran-Nya adalah menyatakan maksud hati-Nya melalui pengajaran dan kehidupan-Nya yang penuh dengan kuasa (Mat. 7:28-29).

Yesus mau menepis semua praduga keji yang dilontarkan para ahli agama Yahudi maupun politisi Romawi, agar mereka tidak menyangka bahwa diri-Nya datang untuk meniadakan dan menghapus Taurat Tuhan. Praduga dan isu yang dikembangkan ini sangat berbahaya, sebab secara keagamaan akan menyingkirkan arti dan signifikansi wahyu Allah melalui Taurat yang diberikan oleh Tuhan kepada Israel. Secara sosiologis akan menggoncangkan norma etika kehidupan masyarakat Yahudi yang sudah terbentuk dengan moralitas Taurat. Sedangkan secara politik akan menyulut kemungkinan perlawanan dari pihak para tokoh agama maupun memunculkan pemberontakan melawan penguasa yang ada.

Karena itu, Yesus menyatakan bahwa Dia datang untuk menggenapi Taurat, mencapai gol dan tujuan yang sebenarnya. Dari pernyataan-Nya ini terlihat adanya paradigma maksud kedatangan Yesus dalam menggenapi Taurat. Satu pihak, Ia datang untuk memenuhi semua tuntutan persyaratan Taurat melalui moralitas, kesucian, ketaatatan, kebenaran, keadilan-Nya, serta pengorbanan-Nya. Di pihak lain, Dia ingin meluruskan arti pengajaran Taurat yang telah diselewengkan para agamawan Yahudi saat itu, dengan makna lahiriah dan menghilangkan makna rohaniahnya. Karena itu, Yesus bukan sekadar Guru yang agung, melainkan kebenaran itu sendiri.

STUDI PRIBADI: Apakah maksud kedatangan Tuhan Yesus dalam hubungannya dengan Taurat? Menurut Anda, untuk apa Tuhan Yesus menggenapkan Taurat?

DOAKAN BERSAMA: Berdoalah agar jemaat mau memahami apa itu Taurat, mensyukurinya atas ajaran dan penggenapan Taurat oleh Yesus, serta dapat menjalankan Taurat dari kerohanian hati, sebagaimana yang sudah dituliskan oleh Roh Kudus.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami