Ayat Bacaan: Mazmur 103:1-5
“Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!” (Mazmur 103:2)
Seorang anak akan bersyukur, ketika dia mendapatkan sesuatu yang menyenangkan hatinya, atau mengalami suatu kondisi yang membuatnya merasa senang. Intinya adalah, rasa syukurnya dikaitkan dengan hal-hal yang menyenangkan saja. Begitulah konsep seorang anak tentang dasar untuk bersyukur. Setelah dewasa, orang baru dapat menyadari bahwa ternyata di balik pengalaman yang tidak menyenangkan pun, ada hikmahnya, ada sesuatu yang positif untuk dijadikan pelajaran. Ini adalah pengembangan cara berpikir dalam proses pendewasaan.
Kita adalah orang-orang yang dosanya sudah diampuni dan diberi keselamatan, diperdamaikan kembali dengan Allah dan diberi hidup baru; disertai, dipelihara dan diberkati pula. Kita hidup dalam naungan Gembala Agung (Mzm. 23), segala sesuatu yang terjadi, sedang dipakai oleh Allah sebagai sarana di mana Dia bekerja untuk kebaikan diri kita, meskipun itu mencakup pengalaman hidup yang tidak menyenangkan, termasuk sakit penyakit, kekurangan bahkan kegagalan hidup. Kebajikan dan kemurahan TUHAN menyertai kita seumur hidup. Roh-Nya diberikan untuk memimpin dan menolong kita setiap saat. Kita lebih dari sekadar pemenang, oleh Dia yang telah mengasihi kita, dan tidak ada apapun yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah dalam diri Kristus (Rm. 8). Maka setiap orang percaya sejati, seharusnya memiliki konsep yang benar, sebagai landasan ucapan syukurnya, yang tidak dapat digoyahkan oleh kondisi kehidupan apapun.
Setiap orang Kristen, mempunyai dasar yang sama untuk senantiasa bersyukur, dan itu bukan diukur lewat kondisi dan pengalaman kita. Dasar kita bersyukur adalah apa yang telah Allah kerjakan dan apa yang telah Ia janjikan kepada kita; dari musuh yang berstatus terhukum, dijadikan anak-anak-Nya yang dijanjikan hidup kekal. Proses kehidupan, mungkin berjalan tidak sesuai dengan yang kita inginkan, tapi Dia sedang bekerja untuk kebaikan kita, Dia menyertai kita sampai nanti kita berjumpa muka dengan muka dengan Kristus. Marilah kita jalani hidup ini dengan keteguhan iman dan hati yang bersyukur.
STUDI PRIBADI: Apa landasan mendasar kita bersyukur kepada Allah? Benarkah tiada hari tanpa mengucap syukur bagi orang percaya? Berikan alasannya!
DOAKAN BERSAMA: Berdoalah kepada Tuhan agar Ia memberi kita pengertian tentang kekayaan kasih karunia-Nya, sehingga setiap saat kita selalu bersyukur kepada-Nya atas berkat dan segala kasih karunia-Nya dalam hidup kita.
Renungan sebelumnya
|
Renungan selanjutnya
|
Index