Jumat, 30 Oktober 2009
Injil Adalah Kekuatan Allah

Ayat Bacaan: Roma 1:1-23
“Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya.” (Roma 1:16)

Apa arti perkataan Paulus, bahwa “Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya?” Apabila kita memperhatikan bacaan Alkitab hari ini, maka kita akan menemukan dua hal penting di dalamnya.

Pertama, Injil adalah sarana yang dipakai Allah untuk menyatakan kedaulatan-Nya yang berkuasa dalam menyelamatkan manusia berdosa. Berdasarkan teks yang kita baca, alasan Paulus menyatakan hal ini kepada jemaat di Roma, adalah karena kepercayaan/agama apapun yang didirikan manusia, pada prinsipnya, merupakan sikap “penolakan terhadap diri-Nya” (bnd. Rm.3:9-18).

Mengapa demikian? Karena semua pandangan manusia tentang Allah yang muncul dari konsepnya sendiri, tanpa penerangan dari Allah sendiri (melalui Injil) adalah sikap mencemooh diri-Nya; seperti yang nampak pada orang-orang Yunani saat itu, yang mendirikan patung berhala dan menggantikan kemuliaan Allah (Rm. 1:18-23). Itulah sebabnya, dalam kepercayaan/agama yang didirikan manusia, di dalamnya tidak memiliki kepastian keselamatan atau memiliki pengetahuan yang benar tentang Allah. Karena itu, jika Paulus mengatakan bahwa, “Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan,” itu dikarenakan, dalam Injil, kita memperoleh pengenalan akan Allah dan karya keselamatan-Nya yang besar bagi manusia berdosa (Rm. 1:1-6).

Kedua, makna “Injil adalah kekuatan Allah” menyatakan bahwa di balik berita Injil ada kuasa Allah yang menyelamatkan. Paulus, sebagai seorang utusan (Rasul) Yesus Kristus, memiliki keyakinan yang teguh bahwa Injil yang diberitakannya, bukanlah Injil biasa, sebab Allah turut bekerja di dalamnya. Ini berarti bahwa keselamatan dapat dialami seseorang karena kuasa Allah yang bekerja di dalam dirinya. Maka, bagi seorang pemberita Injil, keyakinan ini harus dimiliki. Jika Injil menarik orang kepada Allah, itu semua karena kuasa Allah yang bekerja dalam pemberitaan Injil. Karena itu, janganlah pernah kecil hati dalam memberitakan Injil.

STUDI PRIBADI: Apa alasan Paulus yang mengatakan bahwa Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan? Siapakah yang bekerja di balik pemberitaan Injil?

DOAKAN BERSAMA: Berdoalah bagi setiap misionaris yang diutus memberitakan Injil ke berbagai tempat agar mereka memiliki keyakinan yang kokoh bahwa Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan orang berdosa.


Renungan sebelumnya    |    Renungan selanjutnya    |    Index


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami