Editorial Juni 2010
Waspadalah Terhadap Dosa!


      Ketika membaca Kejadian 4:1-11, mungkin kita bertanya, mengapa Tuhan tidak mengindahkan persembahan Kain, tetapi mengindahkan persembahan Habel? Apakah Tuhan membenci Kain dan hanya mengasihi Habel? Seringkali, orang salah dalam memahami peristiwa ini. Ada yang berkata, persembahan Kain ditolak Tuhan, karena asapnya miring atau ia hanya mempersembahkan hasil bumi, bukan kambing-domba. Pemikiran ini tentu tidak tepat. Jika kita memperhatikan teks tersebut (firman Tuhan), maka kita dapat menemukan jawabannya, sekaligus mendapatkan pelajaran rohani yang baik darinya.

      Pelajaran rohani yang pertama adalah, Tuhan memperhatikan perbuatan dan hati kita lebih daripada persembahan kita kepada-Nya. Tuhan tentu mengasihi Kain sama seperti Ia mengasihi Habel. Hal ini terlihat dari sikap Tuhan yang tidak membunuh Kain, meskipun ia telah membunuh Habel. Namun, apa alasan Tuhan tidak mengindahkan persembahan Kain? Jawabnya, karena perbuatan dan hati Kain adalah jahat (1Yoh. 3:11-12). Jadi, bukan karena ia tidak mempersembahkan kambing-domba, sehingga persembahannya tidak diterima Tuhan. Persembahan Kain tidak diindahkan oleh Tuhan, karena ia hidup dalam dosa. Dosa Kainlah yang membuatnya, dirinya, juga persembahannya, tidak layak di hadapan Tuhan (bnd. Mzm. 15:1-5; Yes. 59:1-2).

      Kedua, dosa hanya akan melahirkan perbuatan dosa. Apa sebabnya Kain tega membunuh Habel, adiknya sendiri? Apakah hanya karena iri saja? Alkitab memberitahukan kita, bahwa Kain melakukan tindak pembunuhan karena iri terhadap Habel; yang kemudian melahirkan pembunuhan. Namun jika kita memperhatikan teks tersebut dengan lebih teliti, maka kita akan menemukan, bahwa persoalannya, bukan sekadar iri hati, tetapi pada dosa Kain. Dosa telah merusak kerohaniannya; dan kerohanian yang rusak akan melahirkan sikap yang tidak baik (jahat). Kerusakan rohani ini terbukti dari, sekalipun Tuhan memperingatkan dan menegurnya, tapi ia tidak merespons teguran firman Tuhan dengan baik. Sebaliknya, ia mengabaikan firman Tuhan dan menentangnya. Dengan kata lain, dosa Kain telah merusak kerohanian Kain; dan kerohanian yang rusak tersebut membuatnya tidak dapat merespons firman Tuhan dengan baik; sebaliknya melahirkan tindak kejahatan dan perbuatan dosa.

      Karena itu saudara, janganlah kita bermain-main dengan dosa; atau menyembunyikannya! Ingatlah bahwa dosa akan membuat kita tidak layak berdiri di hadapan Tuhan; bahkan dosa juga merusak kerohanian kita; dosa akan membawa kita terus jatuh di dalamnya dan bertindak jahat! Sebab itu, waspadalah terhadap dosa!


Copyright © 2005-2010 GKA Gloria
 

PERSPEKTIF hari ini
Hubungi Kami