Oleh: Ricky Sudarsono, SE, MRE
Teori-teori di dalam manajemen keuangan menyatakan bahwa tugas seorang manajer keuangan adalah mengambil keputusan investasi, keputusan pendanaan, menganalisa dan membuat perencanaan keuangan. Ukuran keberhasilan dari manajer keuangan di dalam suatu perusahaan terbuka (Tbk.) adalah apakah nilai perusahaan yang tercerminkan dari harga saham perusahaan mencapai nilai maksimal. Nilai kekayaan suatu perusahaan yang telah terdaftar di bursa saham ditentukan dengan harga saham tersebut di pasar. Secara teoritis, kinerja manajer keuangan yang baik akan berbanding lurus dengan kondisi nilai pasar sahamnya.
Masalah yang seringkali timbul di dalam perusahaan adalah apabila manajer keuangan menempatkan kepentingan pribadinya di atas kepentingan perusahaan. Masalah ini lebih umum disebut dengan agency problem.
Manajemen keuangan berusaha memaksimumkan kekayaan pemilik, permasalahan yang mendasar adalah dosa membuat pemilik perusahaan tidak menyadari siapa sebenarnya PEMILIK perusahaan tersebut.
Kembali kepada Alkitab (bandingkan kita harus menaati bahwa hidup kita adalah milik Allah, segala aset dan properti termasuk uang adalah benda-benda mati yang bersifat sementara yang dipercayakan oleh Allah kepada kita dalam rangka mengerjakan pekerjaan baik yang sudah Allah sediakan bagi kita (Ef. 2:8).
Kesalahan terbesar dari seorang manajer perusahaan yang tidak mengerti hal di atas adalah tidak adanya pemikiran untuk melanggengkan usaha/bisnis yang dijalankan atau apa yang biasa disebut dengan sustainable profit.
Sustainable profit adalah profit yang membuat semua pihak baik internal maupun lingkungan sekitar mendukung perusahaan mendapatkan profit yang berikutnya. Di dalam hal ini pihak yang harus kita dengarkan adalah Allah dan hanya Allah saja. Maka goal dari manajemen keuangan adalah memaksimalkan kekayaan pemilik tanpa meninggalkan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.
Permasalahan kedua adalah masalah tolok ukur. Apakah harga saham di pasar boleh dijadikan ukuran? Apakah perusahaan yang nilai sahamnya semakin meningkat adalah benar-benar karena kinerja manajer keuangannya? Apakah manajer keuangan yang bekerja dengan keras pasti akan mampu mencatatatkan nilai saham yang tinggi? Sejarah menunjukkan keduanya tidak selalu berkorelasi positif. Fluktuasi harga saham sering diakibatkan sentimen pasar dan sentimen pasar terkadang tidak mencerminkan kondisi perusahaan yang sebenarnya. Di sini kita melihat seorang manajer keuangan menghadapi ukuran sasaran pencapaian yang tidak jelas.
Di dalam iman Kristen, ukuran pencapaian harus sesuai dengan standar Allah, di mana setiap orang mengerjakan sesuai dengan talenta yang Tuhan sudah berikan dan pekerjaan tersebut sejalan dengan visi besar Allah.
Di dalam manajemen keuangan perencanaan merupakan issue yang cukup sentral. Merencanakan berdasarkan masa lalu kemudian membuat prediksi pertumbuhan berdasarkan indikator-indikator ekonomi yang umum. Di tengah periode pelaksanaan jika terjadi perubahan, maka perusahaan harus membuat berbagai macam adjustment agar target semula perusahaan dapat tercapai.
Perusahaan yang didirikan dengan visi dari Tuhan tetap harus membuat rencana, tetap harus melihat masa lalu, belajar dari padanya dan berani membuat rencana masa depan. Bahaya yang terbesar adalah jika rencana buatan manusia dijadikan Tuhan, rencana keuangan tersebut menjadi segala-galanya bagi perusahaan.
Rencana keuangan seharusnya adalah rencana yang kita letakkan di dalam tangan Tuhan dan kita bekerja keras namun tetap bersandar kepada Tuhan. Dengan prinsip seperti ini perusahaan akan menjadi perusahaan yang dinamis, setiap risiko akan selalu dapat dilihat sebagai peluang. Seringkali kondisi makro politik dan ekonomi suatu negara mempengaruhi keberanian manajer keuangan untuk bergantung dan bersandar kepada Allah.
Manajer keuangan yang sadar akan siapa sebenarnya pemilik perusahaan dan uang yang ada pada perusahaan akan membuat manajer keuangan menyadari hakekat dari didirikannya perusahaan adalah agar misi Allah di dunia tercapai. Manajer keuangan akan menginjili dengan cara menjalankan tugas dengan profesional, mengerti bagaimana memakai dana yang dihasilkan oleh perusahaan dengan ukuran banyak jiwa dimenangkan bagi Tuhan.
Seorang manajer yang benar-benar mendapatkan panggilan dari Allah, harus berani menjalankan fungsi manajerialnya dengan sungguh-sungguh dan bagi dia ukuran keberhasilannya adalah bagaimana PEMILIK diperkaya dengan jiwa-jiwa baru.
Hal ini bukan berarti perusahaan harus menjadi badan sosial yang tidak mengejar profit, tetapi mengejar profit di dalam kerangka kehendak Tuhan. Perusahaan seperti ini akan rajin memberikan perpuluhan. Manajer keuangan seperti ini adalah manajer keuangan yang merencanakan dengan hebat tetapi juga bersandar dengan sangat luar biasa kepada Allah pemilik sesungguhnya dari perusahaan. •
(Penulis adalah Kepala Program Manajemen Bisnis Internasional Fakultas Ekonomi, pengajar manajemen keuangan dan bisnis real estat Universitas Kristen Petra, Surabaya)
Kembali ke atas
|
Artikel sebelumnya
|
Artikel selanjutnya
|
Index artikel